Sejarah

SD Piyungan berdiri pada tanggal 2 Juli 2002 hasil regroup dari 3 Sekolah. Adapun sebelum adanya regrouping terdiri dari SD Piyungan 1, SD Piyungan 2, serta SD Piyungan 3. Letak SD Piyungan 2 beralamat di Watu Wayang, Srimulyo, Piyungan, Bantul. SD Piyungan 1 dan SD Piyungan 3 beralamat di Jl. Piyungan-Prambanan km 0,1 Tegal Piyungan, Srimulyo, Piyungan, Bantul (dalam satu komplek). Berdasarkan SK Bupati Bantul nomor 219 tanggal 2 Juli 2002 tentang Penggabungan dan Ganti Nama Kelembagaan Sekolah Dasar di Kabupaten Bantul maka ketiga sekolah tersebut digabung menjadi SD Piyungan. Luas tanah sebesar 3.050 m² sedangkan luas bangunan 1.550 m², status tanah hak pakai. Siswa SD Piyungan berasal dari wilayah Kabupaten Bantul, Sleman, dan Gunungkidul. Status akreditasi A sejak awal berdiri sampai dengan sekarang. Kepala sekolah berturut turut sejak berdirinya SD Piyungan sampai saat ini yaitu Drs. Nur Rohadi, Budi Sudarman, S.Pd., Kardi, M.Pd., dan Sumiyadi, M.Pd.

SD Piyungan ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul menjadi salah satu SD Sasaran Kurikulum 2013. Kegiatan berkenaan dengan Kurikulum 2013 SD Piyungan menjadi rujukan sekolah di sekitarnya. Kegiatan yang sering dilakukan berkenaan Kurikulum 2013 antara lain: workshop penulisan RPP, sosialisasi Kurikulum 2013, workshop penilaian, model pembelajaran. Pada tahun 2016 dan 2017 SD Piyungan mengikuti pertukaran kepala sekolah dengan SDN Seuneubok Buloh, Kabupaten Aceh Timur. Kepala SD Piyungan, Bapak Sumiyadi memberikan informasi tentang Kurikulum 2013 di SDN Seuneubok Buloh (SD Imbas). Sedangkan Muhammad Natsir sebagai kepala sekolah SDN Seuneubok Buloh ke SD Piyungan untuk menggali informasi tentang Kurikulum 2013. Pada kegiatan pertama kepala sekolah keduanya ditukar selama kurang lebih 20 hari. Pada kegiatan selanjutnya, kedua kepala sekolah bertemu di SDN Seuneubok Buloh membahas informasi Kurikulum 2013.

SD Model Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan program LPMP DIY. Salah satu dari sekolah tersebut adalah SD Piyungan. Kegiatan yang dilakukan yaitu tentang akademik dan manajerial. LPMP DIY mengadakan workshop dan pendampingan pembuatan RPP, RKAS/RKS, SOP, penilaian Kurikulum 2013, dan penyusunan program unggulan sekolah. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) menjadi program unggulan SD Piyungan. Kegiatan yang telah dilakukan dalam mendukung GLS: literasi awards, sodakoh buku dari wali murid, lomba pakaian adat Yogyakarta, lomba majalah dinding. Pemasangan Website sekolah sebagai salah satu penunjang gerakan literasi segera direalisasikan